Selasa, 25 Oktober 2016

Hikmah Secangkir Teh BI Di Pagi Ini


Selasa 25 Oktober 2016, kami 10 orang penerima dan mantan penerima beasiswa Bank Indonesia menghadiri rapat bersama pimpinan BI KPWi Yogyakarta membahas acara yang telah dan akan dilaksanakan oleh teman2 penerima beasiswa.

Pukul 10 pagi kami telah hadir di ruang rapat pimpinan, fasilitas lengkap dengan udara sejuk dari ac pun menyambut. Setelah menunggu kurang lebih seperempat jam datanglah petugas pembawa sarapan. Secangkir teh hangat dihidangkan beserta sekotak snack sebagai pendamping.

Selang beberapa menit pimpinan pun datang, rapat pun segera dimulai. Wejangan kepada kami pimpinan berikan dengan bahasa yang sangat halus, harapan akan setiap kegiatan yang dilakukan bernilai positif dan bermanfaat untuk semua. "Yogyakarta selalu menjadi contoh bagi wilayah yang lain" ujar beliau. "Sudah sejauhmana perkembangan kegiatan yang telah dan akan dilakukan teman2" tanya beliau.

Sang ketua pun melaporkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2015-2016. Respon positif pimpinan berikan atas segala kegiatan tersebut, pimpinan berpesan bahwa segala kegiatan mesti ada nilai lebih nya dari hanya menjadi sekedar EO.

Ketika membahas kegiatan charity, yang berbicara adalah batin kita. Akal pikiran tidak mesti mendominasi. Buatlah kegiatan yang simple dan bermanfaat luar biasa, hal tersebut dapat dicapai dengan kreativitas.

Jiwa muda yang masih melekat, pergunakanlah dengan seoptimal mungkin. Saya percaya kepada kalian semua akan mampu dan bisa mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh pihak. Maka dari itu segera perbaiki lagi proposal nya, agar acaranya dapat segera terwujud.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Bank Indonesia Untuk Kestabilan Rupiah


Tujuan utama dari Bank Indonesia (BI) adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.  Hal tersebut dapat diukur dari nilai inflasi dan kurs. Inflasi sendiri merupakan nilai tukar rupiah terhadap barang, sedangkan kurs adalah nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain. Inflasi di Indonesia sangat besar dipengaruhi oleh harga Bahan Bakar Minyak (BBM), jika harga BBM rendah mengakibatkan inflasi rendah begitu pun sebaliknya. Akan sangat dirasakan oleh kita semua dampak dari inflasi ini ketika harga BBM tinggi, semua harga barang-barang ikut melonjak tinggi. Tidak seperti ketika harga BBM rendah/turun, harga barang yang lain sedikit yang ikut turun (tidak berpengaruh signifikan).

BI juga memiliki fungsi selain tujuan di atas, diantaranya sebagai fungsi moneter, sistem pembayaran, makro prudential, loan to value, da cashless society.

Fungsi moneter disini BI sebagai pengendali uang yang beredar melalui penentuan suku bunga. Ketika uang yang beredar terlalu banyak maka BI menetapkan suku bunga tinggi, sehingga memikat orang untuk menyimpan uang nya di Bank. Ketika uang yang beredar terlalu sedikit maka BI menetapkan suku bunga rendah, sehingga memikat orang untuk melakukan pembiayaan di Bank.

Untuk fungsi sistem pembayaran sendiri, BI mengeluarkan selain berbentuk uang ada yang dinamakan cek, bilyet, giro, kartu flash, t-cash dan e-money. Tiga bentuk pembayaran terakhir ini yang sekarang sedang ramai di promosikan, mengingat lebih efisiennya dari pembuatan uang kertas dan logam langsung.

BI berfungsi sebagai makro prudential disini berarti mengawasi keseluruhan lembaga keuangan di Indonesia. Jika dianalogikan, BI itu mengawasi keseluruhan Hutan dan yang mengawasi perpohonnya adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jika beberapa tahun yang lalu sangat mudah orang untuk memiliki kendaraan baik motor ataupun mobil karena tidak adanya batas minimum Dana Pertama (DP), untuk saat ini dengan fungsi BI sebagai Loan to Value maka DP terdapat batas minimumnya.

Tujuan Bank Indonesia untuk mencapai cashless society akan segera tercapai dengan partisipasi kita semua. Karena kini mau belanja ga perlu repot pake uang tunai lagi cukup dengan Tap Tap Tap dan juga promo menarik tentunya seperti : KFC Hot & Cheesy Chicken : Disc 10.000, Tiket XXI : 25.000, McD : disc 20%, Baskin Robin* : 50%, Daaan masih banyak lagi.

T-CASH, merupakan layanan baru dari Telkomsel menawarkan kemudahan transaksi dan memberikan promo tersebut.

Dalam rangka mendukung gerakan ini, pihak BI mengapresiasi perbankan dan pihak lain (provider) sebagai fasilitator layanan. Sementara Bank Indonesia sebagai regulator memfokuskan pada 4 aspek, yakni perubahan budaya masyarakat menjadi non tunai, perluasan layanan non tunai, pengembangan infrastrutur, dan harmonisasi ketentuan.

Festival Cinta Non Tunai Cinta Rupiah yang diselenggarakan di FX Sudirman mulai 19-21 November 2015. Merupakan bagian dari Gerakan Nasional Non Tunai yang mulai dicanangkan sejak 14 Agustus 2014. Diikuti oleh 13 bank besar, yakni Mandiri, BNI, BRI, BCA, Danamon, Citi, Bank DKI, HSBC, CIMB Niaga, Permata, Muamalat, Maybank, Standart Chartered. Serta 2 perusahaan penukaran uang, DolarAsia dan Dimo.

Ke depannya, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan dilakukan secara rutin untuk mengubah prilaku masyarakat dari tunai menjadi non tunai.

Dimuat di Harian Jogja 10 November 2016

Senin, 10 Oktober 2016

3G Camp GenBI Wilayah Yogyakarta

Dari kiri depan ke kanan ada Bu Retno, Pak Hilman, Bang Dul, sama Mbak Yunari
GenBI Wilayah Yogyakarta mengadakan acara Leadership Camp bagi para penerima beasiswa Bank Indonesia tahun 2016. Acara tersebut  mengambil tema "3G (Grow with GenBI Generation) Coming Together, Sharing Together, Working Together, Success Together". Diselenggarakan selama dua hari, 8-9 Oktober 2016 bertempat di Tembi Desa Wisata Jl. Parangtritis Sewon Bantul. Semua peserta berjumlah 120 orang yang berasal dari tiga Perguruan Tinggi Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu UGM, UNY, dan UIN Sunan Kalijaga. 3G Camp ini merupakan salah satu upaya dari pihak BI untuk melatih Leadership dan Public speaking mahasiswa penerima beasiswa. Tidak hanya materi yang diterima, bimbingan serta arahan melalui berbagai program BI siapkan untuk mencetak kader pemimpin bangsa yang handal dan bermartabat dikemudian hari, sesuai dengan namanya yaitu Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Pada acara 3G Camp ini para peserta terlebih dahulu diberi pengetahuan tentang KeBankSentralan, materi tersebut disampaikan oleh mbk. Yunari perwakilan dari kantor BI Yogyakarta. Para peserta di ajak untuk memahami apa itu tujuan dari Bank Indonesia, yang dimana adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Selain itu disampaikan juga terkait fungsi BI dan informasi lainnya yang dapat menambah wawasan para peserta terkait Bank Sentral. Sudah seharusnya para penerima beasiswa mengetahui banyak tentang lembaga yang memberikannya beasiswa.

Acara inti dari program ini adalah materi Leadership, yang pada kesempatan ini disampaikan oleh Coach Wulan dan tim dari Junior Chamber International (JCI) Yogyakarta. Para peserta disadarkan akan potensi setiap pribadi yang unik, sehingga lebih mengenal terhadap diri sendiri. Setelah mengenal diri, para peserta diajak untuk merumuskan hidup, mulai dari visi, misi, hingga goalnya.

Selain itu para peserta juga diajarkan tentang Public Speaking, materi ini disampaikan oleh bpk. Rismawan Kurniawan dan tim dari PT. Cristal Indonesia. Para peserta diajarkan cara untuk percaya diri ketika presentasi, pelafalan kata yang tepat, etika dalam presentasi, dan tips sukses Public Speaking.

Mengingat yang dikatakan Ir. Soekarno akan JasMerah " jangan sekali kali melupakan sejarah" maka para peserta dijelaskan tentang GenBI. Untuk materi ini disampaikan langsung oleh penanggung jawab program GenBI dari Kantor BI Pusat, yaitu bpk. Abdul Rahman (Bang Dul). Mulai dari lahirnya GenBI tepat pada hari Jumat 11 November 2011 dan perjalanannya hingga saat ini.

Setelah selesai dengan materi di hari pertama, tiba saatnya para peserta untuk menampilkan kreasinya dalam malam pentas seni. Setidaknya ada tujuh kelompok yang telah mempersiapkan, masing-masing menampilkan salah satu kreasi seni yaitu musikalisasi puisi dan pentas drama. Tidak lupa di tengah-tengah acara ini ada sesi sharing bersama teman teman GenBI Wilayah Solo dan  Pengurus Harian GenBI Wilayah Yogyakarta. Momen ini sebagai pemersatu dan pengakraban bagi semuanya.

Pada hari kedua para peserta diajak bersenang-senang melalui berbagai macam permainan out bond. Acara ini merupakan lanjutan dari materi yang disampaikan Coach Wulan dan tim sebelumnya, beliau berkata bahwasanya permainan ini sebagai refleksi kehidupan. Kita akan tahu karakter seseorang melalui permainan ini dan hasil yang dicapainya.

Para peserta di hari kedua ini sesuai dengan kesepakatan bersama sebelumnya mesti datang ke lapangan tepat  jam enam pagi. Hal ini untuk melatih berkomitmen dan disiplin. Sebagian besar para peserta datang tepat waktu, hanya delapan belas orang yang telat dan mendapat denda lima ribu rupiah sesuai kesepakatan. Itu merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh mereka dan dalam kehidupan hal tersebut sering terjadi.

Setidaknya ada empat macam permainan outbond yang dilakukan, diantaranya bola voli, panjang-panjangan dengan benda yang dimiliki, tangan dan kaki terikat bersama, dan gerobak sodor. Semua permainan ini mengajarkan pentingnya leadership, tim work, mind set, dan strategy.

Selain itu untuk melatih kreativitas para peserta dari pihak Tembi Desa Wisata menyediakan keramik sebagai media berkreasi dengan warna dan hasilnya dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Semua rangkaian acara ini tidak lain dan tidak bukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal ini GenBI sebagai calon para pemimpin bangsa.

GenBI "Energi Untuk Negeri"

Penulis: Milzamulhaq Mardiya, GenBI Regional Yogyakarta

Alhamdulillaah, tulisannya dimuat di koran Kedaulatan Rakyat, Rubrik Swara Kampus (SwaKa), edisi Selasa 18 Oktober 2016


Minggu, 29 November 2015

Catatn Harian Milzam #5



Ahad, 29 November 2015
Permulaan hari ini belum begitu memuaskan, walaupun bangun tidur pas adzan shubuh. Aku mesti mandi terlebih dahulu sebelum mengerjakan shalat shubuh, dan tak sempat untuk ke Masjid. Walaupun demikian, aku tak pantang semangat, aku yakin akan ada hikmah dari setiap peristiwa dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik.
Kurasakan segar sekali pagi ini, hingga setelah tadarus Al-Qur’an aku langsung melakukan aktifitas selanjutnya tanpa leyeh-leyeh terlebih dahulu. Merendam cucian aku lakukan, lebih kurang 2 jolang banyaknya pagi ini ku mencuci pakaian. Karena sudah beberapa hari tak sempat mencuci, disebabkan beberapa kesibukan dan kondisi cuaca yang tak mendukung. Disela-sela menunggu cucian direndam, kumanfaatkan waktu menunggu dengan sedikit bersih-bersih halaman depan dari rumput liar. Kucabuti dengan tanganku ini rumput-rumpu
t liar itu, ku coba juga menggunakan kored. Setelah lebih kurang 30 menit, dan waktu mencucipun tiba kuanggap cukup ngored hari ini. Mencuci 2 jolang bukan hal yang mudah, perlu kesabaran yang tinggi. Semangat mencucipun bertambah, karena cuaca hari ini sangat mendukung. Matahari menyapa pagi ini dengan sinarnya yang cerah, dan besar harapan semua cucian dapat kering sempurna.
Perut ini memberikan tanda ingin segera diberi bahan bakar, aku pun mengerti dan segeralah ku hidupkan motor untuk hunting sarapan. Pucuk di cinta ulam pun tiba, ketika motor telah dinyalakan sambil menunggu panasnya mesin, suara mangkok yang dipukul oleh sendok terdengar olehku. Ternyata suara itu berasal dari Tukang Bubur Kacang Ijo (BurJo) yang sedang nangkring di depan kosan. Langsung saja tanpa mesti berjalan jauh menggunakan sepeda motor, aku beli 2 bungkus BurJo yang satu pake Es yang satu Anget. Murah banget ternyata, 2 bungkus kacang ijo seharga 5rb. Udahmah murah, enak lagi.
Sarapan sudah, tinggal lanjut aktifitas selanjutnya. Rumah kos terlihat sudah tidak sebersih biasanya, maka dari itu aku berinisiatif untuk membersihkannya dengan menyapu dan mengepelnya. Menyapu semua ruangan sudah, mengepel baru setengah, tiba-tiba A. Hamzah datang menghampiri dengan ngos-ngosan. Beliau minta tolong untuk bantu beres-beres dapur Al-Maidah Catering yang akan digunakan masak esok hari. Akupun segera mengiyakan, karena aku tahu aka nada pesenan buat 3 bulan kedepan dari Rizh Hotel Yogyakarta.
Tiba di kontrakan Teh Ajeng sama A. Aka yang merupakan dapur Al-Maidah Catering, disana aku bertemu dengan Orang Tuanya Teh Ajeng yang sedang di Yogya. Ternyata bapak sama ibu ikut membantu beres-beres dapur, dari mulai pasang plastik untuk mencegah kotoran dari atap hingga menata rapi dapur.
Adzan dzuhur berkumandang, kami istirahat sejenak sekaligus menunaikan shalat berjamaah di Masjid. Setelah kembali lagi ke dapur, sekitar pukul setengah 2, Ibu teh Ajeng memanggil untuk segera makan karena pepes Ikan sama tumpeng telah matang. Nikmat yang aku rasakan ketika makan, serasa makan bersama keluarga sendiri.
Aktifitas beberespun berakhir pas adzan Ashar. Untuk waktu Ashar ini aku tak sempat berjamaah di Masjid, tapi aku masih bisa berjamaah bareng A.Hamzah di kos. Badan ini pun meminta untuk segera dibersihkan seutuhnya dengan mandi. Akupun memenuhinya,karena masih ada agenda selanjutnya yaitu belanja bahan-bahan ke Pasar Giwangan.
Setelah semuanya kembali segar, Aku, A. Hamzah, Teh Ajeng, A. Aka, kami berempat segera menuju Pasar Giwangan dengan mobil Avanza. Sesampainya di Pasar, kami langsung menuju toko MM yang telah menjadi langganan untuk membeli bahan-bahan Sembako. Dirasa cukup belanja disana yang menghabiskan lebih kurang Rp 1.550.000,. selanjutnya belanja sayuran, warung Tante yang sudah menjadi langganan kami tuju. Dengan kondisi hujan lebat, dipilihlah beberapa sayuran semisal kubis, tomat, kentang, dlsb. Lima ratus lima puluh ribu rupiah habis untuk membeli sayuran disana, dengan uang sebesar itu ternyata laba yang diperoleh Tante itu sedikit. Kebutuhan yang belum terpenuhi lainnya adalah nyiru beserta tampir serta rempah-rempah. Rasa heran terkesan dari nenek penjual barang itu yang ternyata tidak bisa menulis dan membaca, tapi mahir menghitung uang.
Sesampainya di dapur hujan masih berjatuhan, sehingga belanjaan sedikit basah kehujanan. Banyak sekali belanjaan ini sampai memenuhi dapur, maklum saja persediaan untuk tiga hari. Ketika ngangkut belanjaan dari mobil ke dapur, ternyata di kontrakan Teh Ajeng sudah ada A. Eka bersama istrinya. Alhamdulillaah bantuan tambahan datang,. Hhe
Proses belanja dari Pasar sampai Dapur ternyata tidak sebentar, sampai-sampai aku mesti menjama’ shalat maghrib dan Isya. Aku merasa tak enak dengan hal tersebut, tapi mau gimana lagi daripada gak shalat sama sekali khan gawat.
Rasa lapar menghantui kembali, hingga akhirnya A. Hamzah ngajak hunting makanan ke luar. Ternyata tujuannya warung bakso didaerah Taman Siswa (TamSis) yang ramai karena enaknya bener. A. Hamzah habis satu mangkok mie ayam sama satu mangkok bakso saking lapernya. Kalo akumah cukup satu porsi Mie Ayam Bakso. Harganya lumayan, Mie Ayam saja 8rb, Mie bakso 12rb, Mie Ayam Bakso juga 12 rb.
Setelah perut terisi dan tentrem, waktunya pulang ke kos dan istirahat,.   

Sabtu, 28 November 2015

Catatan Harian Milzam #4



Sabtu, 28 November 2015
Hari ini bisa kembali bangun pagi dan bisa ke Masjid untuk shalat Shubuh berjamaah, senang rasanya hati ini. Awal hari yang bagus,. Haha
Sepulangnya dari Masjid dilanjut dengan tadarus Al-Qur’an, memperbanyak amal shaleh diawal hari mengharap keberkahan dalam hidup.
Pukul 7.30 aku telah siap untuk pergi ke acara ForSEI Leadership Forum (FLF) yang bertempat di gedung Rektorat Lama UIN SuKa lantai 3. Pukul 08.00 aku sampai di TKP, ternyata sudah pada kumpul semua panitia dan peserta (aku termasuk didalamnya).  Acara pun dimulai setengah jam kemudian, diawali dengan pembukaan serta pembacaan kalam ilahi diteruskan dengan penyampaian beberapa materi. Ketua ForSEI (President) Mas Salahudin menyampaikan urgensi kegiatan ini untuk para pengurus ForSEI selanjutnya yaitu para peserta. Membangun jiwa Leadership yang Religius demi terwujudnya Profesionalisme yang Berkesinambungan, menjadi tema yang diusung pada acara ini.
Materi pada acara ini merupakan penyampaian dari setiap Pengurus ForSEI 2014-2015 yang akan segera menjadi alumni terkait bidang apa yang dijalankan, dari mulai Pengurus Harian hingga setiap Kepala Departemen.
Penyampaian yang pertama disampaikan oleh Presiden ForSEI, beliau menyampaikan tentang PH. Apa itu PH, ada apa aja di PH, siapa aja yang termasuk PH, kader ForSEI yang seperti apa yang bisa masuk PH, serta hasil dari Analisis SWOT yang telah dibuat terkait PH. Penyampaian kedua disampaikan oleh Mas Alvien selaku KaDep Pengembangan Sumber Daya Insani (PSDI), beliau menyampaikan terkait PSDI dengan Sub Bahasan yang sama. Penyampaian ketiga disampaikan oleh Mas Lian selaku KaDep Public Relation (PR), beliau menyampaikan perihal PR dengan Sub Bahasan yang sama. Penyampaian  selanjutnya dari Mbak Iin selaku KaDep Riset dan Kajian (RisKa), Mas Aris selaku Kadep Media dan Jurnalistik (Metik), terakhir dari Mas Fauzi selaku Kadep Sosial Entrepreuneur (SE). Semuanya memberikan penjelasan kepada seluruh peserta agar nanti ketika menjadi pengurus tidak meraba-raba kembali apa yang mesti dilakukan, melainkan telah paham dengan tugas masing-masing sehingga dapat mengembangkan proker yang ada dan telah berjalan.
Diakhir acara hari ini, terdapat tugas yang diberikan untuk para peserta terkait hal Ubudiyah. Para peserta yang telah dibagi kelompok mesti mengisi kertas yang dibagikan untuk seminggu kedepan terkait Ubudiyah, diantaranya Shalat lima waktu, tadarus Al-Qur’an, serta sedekah. Hal tersebut sebagai bahan evaluasi religiusitas terhadap diri masing-masing anggota. Selain itu tiap kelompok di beri studycase yang mesti dipecahkan dengan adanya solusi, dan solusi tersebut disampaikan pada hari ke 2 FLF tanggal 6 Desember nanti.
Pusing tanda otak sedang bekerja pun aku rasakan selepas keluar dari ruangan tepat waktu ashar tiba, aku langsung menuju tempat yang bisa lebih menenangkan diri ini yakni MasKam UIN SuKa sekaligus shalat Ashar berjama’ah disana. Setelah dirasa tenang hati ini, aku mencoba mengecek email menggunakan wifi kampus. Email masukpun ada datang dari Nurul, berisikan RAB Acara Baksos nanti. Aku unduh kemudian pelajari untuk bahan evaluasi rencana kegiatan di hari Senin besok bersama teman-teman Shodaqoh Kulla Yaum (SKY).
Lapar perut ini melanda di sore ini karena belum diisi nasi dari pagi, hanya cemilan makanan ringan yang masuk. Maklum kalo belum nemu nasi rasanya belum diisi perut ini, jadi kuhantarkan raga ini ke warung Bu Umi. Makan dulu akhirnya sama nasi sayur, tahu, tempe, minumnya teh anget, total 7,5ribu keluar dari dompet untuk mengisi bahan bakar diri ini.
Sampailah aku di kosan pukul setengah 5, ternyata ada A Satya yang lagi maen bareng A. Hamzah. Baru ketemu A Satya lagi aku setelah beberapa bulan lamanya. Kami berbincang sesaat, ternyata A Satya dateng kesini delain maen bermaksud untuk mencari suntikan ilmu tentang manajemen dalam berwurausaha serta pembukuan keuangan yang baik. Kepada siapa lagi kalau bukan sama A. Hamzah, beliau kan owner Al-Maidah Catering.
Selain berbincang-bincang, pas banget aku datang ke kos karena mau pada makan A. Hamzah sama A. Satya. Jadinya aku ke bagian makan juga, lumayan sama Mie Ayam Bakso + Es Teh. Haha,.
Kemudian kami shalat maghrib berjama’ah, setelahnya aku tadarus Al-Qur’an 2 halaman, ngerjain tugas sampai adzan Isya.
Untuk hari ini Alhamdulillaah bisa melaksanakan Shalat lima waktu tepat waktu + berjama’ah. Setelah shalat berjama’ah ada pesan masuik lewat HP, ternyata dari ibu menanyakan kabar, uang jajan, serta kabar beasiswa. Tak cukup dengan lewat pesan, aku langsung telpon dan berbincang langsung terkait hal tersebut. Aku sampaikan kabar ku yang baik Alhamdulillaah, uang jajan masih ada Alhamdulillaah, dan untuk beasiswa belum ada kabar lagi masih menunggu pengumuman dapet atau tidaknya. Selebihnya aku mengobrol perihal kesibukan yang akan dihadapi awal Desember nanti, bantu-bantu A. Hamzah yang dapet pesenan catering dari Rizh Hotel Yogyakarta selama 3 bulan untuk sarapan. Jadinya bulan ini aku gak bisa pulang, pulangnya nanti sekalian ngehadirin nikahannnya Teh Nana tanggal 24 Desember Insya Allah.

Catatan Harian Milzam #3

Jum’at, 27 November 2015
Awal hari ini sedikit lebih baik dari sebelumnya, karena dapat shalat shubuh di masjid berjamaah, semoga aja besok bisa lagi.
Bersih-bersih rumah kos jadi aktifitas selanjutnya, karena yang empu kos ibu sama bapak lagi pulang ke Bandung, dan kunci rumah kos diserahkan dan dipercayakan sama A.Hamzah. Kepercayaan bapak sama ibu kayaknya makin besar aja sama A. Hamzah plus aku juga, sampe-sampe motor yang di tinggalpun boleh dipake.
Hp ku bergetar tanda pesan baru masuk, ternyata dari mbak Fatim kenalan ku saat magang kewirausahaan di RM Ayam Goreng Suharti beberapa waktu lalu. Ia mengingatkan aku untuk datang ke FEBI untuk menemui dosen pembimbing program magang kemaren buat tanda tangan. Tanda tangan ditujukan buat pencairan dana bagi peserta yang telah selesai magang (semacam gaji githu).
Jam 7.30 aku sampai di FEBI UIN SuKa daerah Maguwo dekat Bandara Adicucipto. Aku ketemu Mbak Fatim sama Mbak Iin (ketua kelompok magang) disana, dan barengan aja mencari Pak Rudy (Dosen Pembimbing). Setelah ketemu beliau, berbincang-bincang sejenak kemudian tanda tangan dehh. Sayangnya dana gak langsung turun saat itu, mesti nunggu peserta magang yang lain tanda tangan juga.
Jam 9 aku udah nyampe kosan lagi, ternyata ada Mas Faiz sama Mas Tama yang sedang ngobrol sama A. Hamzah. Mereka datang untuk bawa mobil Avanza yang dititpkan di kos, kebetulan di kos garasinya luas. Mobil tersebut mau dipake buat acara wisudaannya Mas Faiz besok di UNY, ngangkut keluarganya Mas Faiz yang datang dari Batang (Pekalongan). Selain mobil ini ada juga mobil Avanza satu lagi yang disewa A. Aka + Teh Ajeng buat wisudaan A Eka kakak kandung Teh Ajeng, nganter keluarganya A. Eka. Sebelum berangkat ke FEBI tadi pagi aku sempat test drive mobil yang satu ini, senang rasanya bisa kembali nyetir mobil. Saolnya udah lama gak nyetir mobil jadinya agak gugup lagi, tapi selebihnya lancer kok,. Haha
Keajaiban shalat dhuha aku rasakan hari ini, karena setelah melakukannya Mas Faiz datang membawa beberapa makanan. Ada lontong, goreng ayam, sambal goreng kentang + pete, roronge, sama emping melinjo. Nikmat rasanya makan itu semua, karena pas lapar pas ada makanan gratisan pula, Alhamdulillaah.
Untuk Jum’atan kali ini aku sama A. hamzah jum’atan di Masjid An-Ni’mah, khotib tadi sedikit membahas kejadian di Paris Prancis beberapa waktu lalu kemudian di khotbah kedua membahas tentang PemiluKada Serempak nanti tanggal 9 Desember akan pentingnya memilih pemimpin.
Kuliah hari ini dimulai pukul setengah 2 dengan matkul LKI, melanjutkan pembahasan kemarin dan kelas ini merupakan kelas pengganti karena bapaknya setengah semester kemarin gak bisa masuk karena lagi ibadah haji. Keadaan kelas penuh sesak, karena 1 kelas dipake buat 2 kelas sekitar seratus orang lebih ada disana. Nampak serasa kuliah umum, namun dilokasi yang lebih sempit dengan 2 kipas angin yang membantu memperbaiki suasana.
Satu matakuliah kosong, karena ibu dosennya (Bu Siti Habibah) sedang sakit. Semoga beliau cepat sembuh. Jadinya aku pulang lebih cepat dari kampus, yang seharusnya pulang selepas maghrib.
Setelah shalat Ashar di ruangan VIP, karena di musholanya ada ACnya, ada pesan masuk kembali ke HP ini. Ternyata dari pujaan hati, yang meminta buat ketemu. Aku pun menyanggupinya karena sama pengen ketemu, udah lumayan lama gak ketemu.
Jam setengah 5 aku sampai di kos lagi dengan kondisi kos yang berasap, gara-gara mbak sate ada di garasi. A.hamzah yang beli sate ternyata, karena mau ada tamu yang dating. Tak kira siapa ternyata yang datang Ian sama Senja, mereka berdua mau pesan snack box sama nasi box buat acara tanggal 3 Desember di FH UII.
Selepas shalat maghrib berjamaah bersama A. Hamzah, Ian dan Senja akupun langsung cuss ke kos sang pujaan hati pake si Humaira,. Haha
Aku hanya ngobrol kesana kemari aja sama dia, karena dia sedang lelah tuk jalan-jalan. Tak terasa sejam sudah aku bersamanya, mungkin cukup untuk pertemuan kali ini. Aku pulang deh ke kos, gak rame tapi gak papa yang penting bisa ketemu.
Baru aja masukin motor ke garasi, A. Hamzah teriak, Zaammm tolong habisin satenya yaa. Aku langsung menjawab, Yaaa siapp.

Alhamdulillaah untu hari ini over all banyak berkah yang aku rasakan, dari mulai makanan, ketemu sang pujaan hati, sampai makanan lagi,. J

Pajak dan Zakat

Jum’at, 27 November
ini ada sedikit hasil dari perkuliahan kemarin, semoga bermanfaat,. :) 

Lembaga Keuangan Islam (LKI)
Pajak dan Zakat
Zakat bisa dipakai sebagai pengurang jumlah nominal harta wajib pajak.

Pemerintah di dalam mengelola pajak aturan mainnya mengacu pada zakat. Pajak saat ini tidak berpihak pada kaum tidak mampu dalam pengalokasian dana pajaknya, sebaliknya dari zakat yang jelas akan tujuannya (Mustahik Zakat).
Para penerima Zakat
(QS. At-Taubah : 60)
Jika pajak dan zakat berintegrasi, maka makna dari mustahik bisa menjadi lebih luas :
·         Faqir, kaum miskin, riqab (kelompok tertindas)
·         Gharimin (rakyat terbelit hutang)
·         Ibnusabil (tuna wisma dan pengungsi)
·         Muallaf qulubuhum (penghuni lembaga pemasyarakatan dan suku terasing)
·         Amilin (biaya rutin pemerintahan)
·         Sabilillah (keamanan, ketertiban penegakan hukum, serta pengadaan sarana dan prasarana publik).
Zakat mencakup problem seluruh masyarakat.

Aturan Umum penunaian zakat:
·         Pada zakat membayarkan zakat, mukallaf harus menghadirkan niat
·         Zakat boleh dibayarkan dalam bentuk uang maupun benda. Akan tetapi ditekankan dalam bentuk yang dipandang paling mermanfaat bagi mustahik
·         Tidak boleh ada muslihat terhadap penunaian zakat. Seperti seorang muslim dengan sengaja membelanjakan hartanya untuk menghindari atau memperlambat penunaian zakat. Sebab zakat adalah ibadah, dan ibadah membutuhkan keihlasan
·         Zakat dibagikan di negeri muzaki, dan tidak boleh dipindahkan kecuali karena kebutuhan yang dibenarkan oleh syari’at, seperti memindahkannya untuk mujahid atau untuk kerabat dekat yang fakir.
·         Diutamakan pembayarannya agar dipercepat. Pembayaran bahkan tidak boleh diakhirkan kecuali dalam kondisis darurat.
·         Zakat boleh dibayarkan di muka, jika terdapat kebutuhan untuk itu atau ada kemaslahatan bagi orang-orang yang membutuhkan
·         Zakat tidak boleh diberikan kepada orang fasiq, orang kuat yang mampu bekerja tetapi malas-malasan, orang kafir, kecuali untuk melembutkan hati mereka
·         Tidak boleh membayar hutang seseorang yang berhutang kepada muzakki dengan menggunakkan zakat muzakki.
·         Zakat tidak hilang dengan berlalunya waktu. Jika seseorang meninggal dunia dan masih mempunyai tanggungan zakat, maka ahli warisnya wajib untuk menunaikannya sebelum harta warisan dibagi
·         Diutamakan agar zakat dibagikan kepada lebih dari satu pihak yang berhak menerimanya
·         Boleh membeli alat keterampilan dan produksi, lalu memberikannya kepada fakir yang mampu bekerja untuk mengubahnya menjadi seseorang yang produktif.
·         Tidak boleh memberikan zakat kepada orang-orang yang menjadi tanggungan muzaki; seperti istri, anak, ayah, akakek, dll
·         Boleh bagi istri untuk memberikan zakat malnya kepada suami yang fakir
·         Diutamakan zakat diberikan kepada kerabat dekat, tetangga yang fakir dan miskin, karena didalamnya terdapat silaturahmi, dan bakti dan penunaian tetangga
·         Muzakki tidak boleh memberikan zakat kepada orang-orang yang bekerja kepadanya, karena didalamnya terdapat manfaat yang akan kembali kepadanya. Tetapi muzaki bisa memberinya sedekah sunnah.

Penanggung jawab zakat
·         Sebenarnya yang paling bertanggung jawab terhadap pengumpulan dan penyaluran zakat adalah pemerintah
·         Dalam hal pemerintah tidak bisa memainkan perannya secara maksimal, maka pemerintah dapat mendirikan sebuah badan, institusi, atau panitia yang dapat melaksanakan tanggung jawab tersebut atas pengawasan pemerintah

Badan-badan zakat kontemporer
·         Badan-badan zakat negeri;sebagaimana yang terdapat di kerajaan Saudi Arabia, Sudan, Libya, dan Iran. Badan-badan ini bertugas mengumpulkan zakat secara paksa berdasarkan Undang-Undang
·         Badan zakat otonom;sebagaimana yang terdapat di Kuwait, Qatar, Indonesia (BAZNAS) dan Bahrain. Badan-badan ini memiliki kebijaksanaan yang otonom dalam pemasukan dan pengeluaran. Badan-badan ini mendapat dukungan dari Negara, dan bekerja di bawah pengawasan pemerintah. Pembayaran zakat melalui badan ini bersifat suka rela
·         Asosiasi-asosiasi dan institusi-institusi sosial swasta yang independen.

Pola umum pendayagunaan Zakat
·         Konsumtif tradisional, zakat dibagikan kepada yang berhak untuk dimanfaatkan secara langsung
·         Konsumtif kreatif, sebagai dana beasiswa
·         Produktif tradisional, harta zakat diberikan kepada mustahik dalam bentuk barang-barang yang dapat menghasilkan bagi si mustahik. Seperti  pemberian mesin jahit, binatang ternak, dll
·         Produktif kreatif. Contoh dana zakat sebagai tambah modal bagi pengusaha kecil

Kesimpulannya : pada prinsipnya dana zakat diberikan kepada mustahik dalam rangka meningkatkan kualitas / taraf hidup.