Blogg ini dibuat sebagai sarana berbagi lewat tulisan, InsyaAllah kontennya bermanfaat, lebih banyak mengenai pengalaman pribadi penulis sendiri.
Selasa, 06 Desember 2016
Berbagai Nasi Sambil Malam Mingguan
Sabtu (3/12) Komunitas Shodaqoh Kulla Yaum (SKY) Yogyakarta menyelenggarakan acara bagi-bagi nasi & goes to Sekaten. Acara ini bertujuan untuk membahagiakan orang yang kurang mampu di sekeliling kita, utamanya di tengah-tengah hingar bingar Malioboro dan Alun-alun Udara.
SKY sendiri merupakan sebuah komunitas yang mewadahi setiap orang yang gemar bersedekah. Sesuai dengan artinya yang di ambil dari bahasa arab yaitu Sedekah Setiap Hari, maka para anggotanya selalu mengupayakan untuk bersedekah setiap harinya minimal seratus rupiah. Dana yang terkumpul kemudian di salurkan melalui berbagai kegiatan sosial. Anggotanya sendiri merupakan mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta, ada yang dari UGM, UNY, UIN dan ISI.
Kali ini dana yang telah terkumpul disalurkan melalui bagi-bagi nasi untuk para tuna wisma, gelandangan, pengemis, serta orang yang membutuhkan. Sekitar empat puluh nasi bungkus beserta minumnya berhasil dibagikan.
"Kami melihat dari sisi lain, bahwasanya di tempat ramai ini masih ada bahkan banyak orang yang belum pasti bisa makan setiap harinya," ujar Nuri Hidayati, selaku pengurus harian SKY.
"Senang rasanya bisa berbagi kebahagiaan kepada orang, walaupun hanya lewat nasi bungkus. Pegal sih harus jalan seputaran Malioboro dan alun-alun utara, tapi semua itu terbayar ketika semua nasi bisa tersalurkan," ungkap Aam Latifah, anggota SKY.
Bagi-bagi nasi ini merupakan salah satu dari kegiatan rutin SKY setiap bulannya, dimana dari mulai pengumpulan dana hingga penyalurannya dilakukan sendiri dari dana dan tenaga anggota.
"Sampai saat ini kurang lebih ada 80 orang anggota yang aktif dari berbagai Universitas di Yogyakarta," ucap Dien, pengurus harian SKY. Selain acara ini, kegiatan sosial lainnya yang rutin dilaksanakan adalah Bakti Sosial di Panti Asuhan, menggalang donasi untuk korban bencana alam, membantu pengadaan sarana prasarana pendidikan TPA, serta pengadaan sandal jepit di setiap mushola Universitas.
Semua yang dilakukan SKY adalah berangkat dari kesadaran tiap anggota akan kepedulian terhadap sesama.
BI Serahkan Bantuan Pojok Baca Kepada UPN "Veteran" Yogyakarta
Rabu (30/11) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penyerahan bantuan pojok baca "BI CORNER" di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta. "BI CORNER merupakan salah satu upaya kami dalam membantu memajukan pendidikan di Indonesia," tutur Arif Budi Santoso, selaku Kepala KPW BI DIY, dalam sambutannya. "Bila di BI CORNER data-data yang kami sediakan belum cukup, akses menuju perpustakaan BI terbuka lebar," tambah beliau.
BI CORNER kali ini merupakan yang ke empat, dimana sebelumnya di lakukan di UGM, UNY, dan UIN SuKa. UPN sendiri dipilih karena statusnya sekarang yang telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri.
Sambutan positif dan ucapan terimakasih kepada BI atas sumbangsihnya disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti K, M.Sc selaku Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta. Harapannya BI CORNER menjadi pintu utama pengetahuan terkait perekonomian bagi para mahasiswa.
Upacara penyerahan bantuan tersebut bertempat di lobby lantai 1 FEB dengan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa, GenBI Regional Yogyakarta, dan para pejabat terkait di lingkungan FEB UPN "Veteran" Yogyakarta.
Acara ini merupakan langkah awal kerjasama antara pihak KPW BI DIY dan UPN, kedepannya masih ada program lain antara kedua pihak utamanya program beasiswa.
Mahasiswa UPN nantinya bisa menjadi bagian dari Generasi Baru Indonesia (GenBI), dimana GenBI ini merupakan komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia.
Selain penyerahan bantuan, acara tersebut diisi dengan Kuliah Umum KeBankSentralan yang disampaikan langsung oleh Arif Budi Santoso dan Hilman Tisnawan selaku Deputi BI DIY. Peserta diajak memahami apa itu fungsi dan tujuan Bank Indonesia dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah serta informasi lainnya yang dapat menambah wawasan peserta terkait Bank Sentral. "Senang rasanya bisa ketemu langsung dengan Kepala KPW BI dan Deputi BI DIY serta mendapat ilmu KeBankSentralan dari keduanya," ucap Yulian, salah satu peserta.
Sosialisasi terkait KeBankSentralan ini adalah salah satu cara BI untuk menyebar luaskan fungsi dan tujuannya. Belum banyak orang mengetahui dan faham akan hal ini, maka dengan cara ini diharapkan para mahasiswa mampu menjadi penyampai pesan BI pada masyarakat.
Tujuan utama dari Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Hal tersebut dapat diukur dari angka inflasi dan nilai tukar (kurs). Inflasi sendiri merupakan nilai tukar rupiah terhadap barang dan jasa, sedangkan kurs adalah nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain. Dalam mendukung pencapaian tujuan utama tersebut, BI memiliki tiga fungsi utama yakni moneter, makroprudensial/sistem keuangan, dan sistem pembayaran.
Senin, 28 November 2016
Dengan Mengenalkan Lembaga Keuangan Syariah Inklusif Kita Bangun Generasi Ekonomi Inovatif
Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Keuangan Syariah (HMJ-MKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan acara Sharia Finance Expo (SFE) yang kedua di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) selama dua hari (22-23/11) dan Kamis (25/11) sebagai malam puncak serta penganugerahan di depan Poli Klinik UIN pusat. Acara yang mengusung tema "Dengan Mengenalkan Lembaga Keuangan Syariah Inklusif Kita Bangun Generasi Ekonomi Inovatif" ini diikuti sekitar 500 mahasiswa berasal dari empat program studi (prodi), yakni Manajemen Keuangan Syariah (MKS), Akuntansi Syariah (AS), Perbankan Syariah (PS), dan Ekonomi Syariah (ES).
Selasa (22/11) sebagai hari pertama acara ini, menghadirkan Nanang Syaifurozi (Owner Rumah Warna) dan Tano Nazoeaggi (General Manager Bakpia-pia) untuk berbagi ilmu bisnisnya dalam Talk Show Ekonomi Kreatif. Antusiasme tinggi di tunjukkan oleh semua peserta dengan banyaknya pertanyaan dan sebagai apresiasi atas hal ini panitia memberikan banyak door prize pada sesi ini. "Senang rasanya bisa ketemu langsung sama Owner Rumah Warna dan GM Bakpia-pia serta mendapat ilmu bisnis dari keduanya," ucap Uswah, salah satu peserta. Sedangkan untuk Talk Show Lembaga Keuangan Syariah diisi oleh perwakilan dari Pegadaian Syariah, antusiasme peserta pada acara ini pun tidak kalah tingginya.
Pada hari kedua, Rabu (23/11) merupakan hari dimana lomba mading dan akustik dimulai. Lembaga Keuangan Syariah menjadi tema inti dari lomba mading 3D ini, masing-masing kelompok yang berjumlah tiga orang diberi waktu tiga jam untuk menyelesaikan hasil karyanya. Setelah tiga jam pengerjaan, pada waktu itu juga dinilai dan didapat juaranya. MAN 1 Jogja terpilih sebagai juara pertama, juara kedua diraih oleh SMAN 2 YK, juara ketiga dari SMKN 3 YK team A, dan juara harapan diraih SMKN 3 YK team B. Sedangkan untuk lomba akustik diikuti oleh 15 tim baik dari dalam dan luar UIN SuKa. Tiap tim membawakan dua buah lagu, Indonesia Pusaka menjadi lagu wajib dan satu lagu bebas. Sebagai kriteria penilaiannya meliputi artikulasi vokal, keteraturan instrumen, ekspresi, aransemen, dan kolaborasi. Setelah penilaian yang begitu ketat, diraihlah juara 1"Say Wolker" dari STTKD YK, Juara 2 "FAMAS" dari MAN Wonokromo Bantul, dan Juara 3 "Simfony" dari UNY.
Jumat (25/11) adalah hari puncak dan malam penganugerahan bagi para juara. Malam puncak ini diisi oleh penampilan beberapa band indie jogja dan stand up comedy. Sebagai band pembuka ada CIGITO, dilanjut oleh Ring Woloe yang beraliran reggae, diselingi stand up comedian Jaduk, dilanjut kembali penampilan dari Minimalist band dan yang menjadi penampil terakhir (guess star) sekaligus penutup malam puncak serta penganugerahan ini adalah BATIGA. "Seru, anak anaknya asik, kerjasama tim nya bagus banget, acaranya bukan cuma akademik tapi juga ada hiburannya" kesan Annisa Fadzri N, salah satu panitia SFE#2.
Minggu, 27 November 2016
Keluarga Benteng Utama Kejahatan Seksual Pada Anak
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang membuat dia (memiliki karakter) Yahudi, atau (memiliki karakter) Nasrani atau (memiliki karakter) Majusi." (H.R Muslim)
Keluarga merupakan pelaku utama dalam mencegah kejahatan seksual pada anak. Secara prinsip, setiap keluarga memiliki potensi besar untuk memberikan pengajaran cara menghadapi atau mengantisipasi kejahatan pada anaknya.
Kejahatan Seksual, dalam hal ini pelecehan seksual pada anak adalah kondisi dimana anak terlibat dalam aktivitas seksual dimana anak sama sekali tidak menyadarinya, dan tidak mampu mengkomunikasikannya, atau bahkan tidak tahu arti tindakan yang diterimanya. Berdasarkan data lembaga perlindungan anak pada tahun 2012-2014 tercatat 21,6 juta kasus pelanggaran hak anak. Dari jumlah ini, 58 persen dikategorikan sebagai Kejahatan Seksual.
Surabaya (ANTARA News)- Kejahatan Seksual bukan hanya soal kejahatan. Kejahatan Seksual terdiri dari dua kata yakni kejahatan dan seksual, namun titik tekan orang selama ini hanya pada kejahatan.
Karena itu, kejahatan seksual yang sudah tergolong "darurat" ini masih hanya dipahami secara sepihak dengan mencari pelaku, korban, standar hukuman, dan perlu tidaknya diperberat.
Akar masalah dalam kejahatan seksual ini ada pada kata "seksual". Artinya, bagaimana cara meminimalkan berbagai tindak kejahatan seksual ini?
"Adanya kasus kejahatan serta asusila pada anak, sebagian besar dipengaruhi dari menonton video porno," kata MenSos Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan kerja ke Kediri, beberapa waktu lalu.
Konten pornografi yang disebut MenSos itulah yang memicu tindakan asusila maupun kejahatan seksual. Hal itu sudah diamatinya sejak menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan pada zaman Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
"Hubungan antara konten pornografi serta kejahatan itu didasari oleh fakta bahwa anak-anak saat ini sudah tidak asing dengan berbagai produk komputer (internet)," tuturnya.
Kecanggihan teknologi bisa lebih mudah bagi anak-anak untuk bisa mengakses berbagai konten, termasuk lewat telepon seluler (gadget ).
"Saya tidak lakukan analisa, tapi saya punya data. Dari data yang saya dapat tahun 2000, ketika anak-anak mengakses konten video porno, maka 60-70 persen itu potensial addict (kecanduan)," ucapnya.
Dampaknya juga bisa lebih jauh, ketika anak-anak sudah kecanduan menonton konten pornografi, maka akan menganggap hal yang semula tabu menjadi biasa. Bahkan, yang lebih parah, 39-49 persen potensi untuk ikut menirukan.
Dalam konteks inilah, MenSos menilai peran keluarga sangat penting untuk lebih mengawasi atau melakukan pendampingan anak-anaknya.
"Dengan menjadi sahabat, anak-anak pun akan merasa lebih nyaman berada di lingkungan keluarga, dan justru bukan lebih nyaman berada di lingkungan teman," imbuhnya.
Peran lain keluarga yang juga vital adalah menanamkan pendidikan agama sejak dini. "Dengan pendidikan agama, anak pun diharapkan mempunyai akhlak yang lebih baik," ujarnya.
Satu lagi yang tak kalah pentingnya adalah pendidikan reproduksi. Selama ini, sekolah hanya mengajarkan soal seksual secara biologis, misalnya bentuk dan organ reproduksi. Namun, pemahaman anak terkait bagian yang tidak boleh disentuh maupun yang boleh disentuh justru tidak diajarkan. Karena itu, orang tua juga dapat memainkan peran yang belum dilakukan sekolah itu.
Maka dari itu, demi masa depan anak-anak penerus bangsa kita sebagai keluarga berkewajiban untuk menjaga mereka dari buruknya kejahatan seksual. Marilah kita lakukan apa yang ibu MenSos sebutkan di atas, mulai dari menjadi sahabat anak kita, hingga memberikan pendidikan agama dan reproduksi. Sesuai hadits dipermulaan tulisan ini, mengatakan bahwa orang tua atau keluargalah yang paling berperan dalam pembentukan karakter anak. Seorang anak berkarakter seperti apapun, sangat tergantung pada kedua orang tuanya.
Demikianlah tulisan tentang Peran Keluarga Terhadap Kejahatan Seksual Pada Anak ini, semoga dapat memberikan banyak manfaat terkhusus pada para orangtua dan keluarga. Wallaahua'lam
Keluarga merupakan pelaku utama dalam mencegah kejahatan seksual pada anak. Secara prinsip, setiap keluarga memiliki potensi besar untuk memberikan pengajaran cara menghadapi atau mengantisipasi kejahatan pada anaknya.
Kejahatan Seksual, dalam hal ini pelecehan seksual pada anak adalah kondisi dimana anak terlibat dalam aktivitas seksual dimana anak sama sekali tidak menyadarinya, dan tidak mampu mengkomunikasikannya, atau bahkan tidak tahu arti tindakan yang diterimanya. Berdasarkan data lembaga perlindungan anak pada tahun 2012-2014 tercatat 21,6 juta kasus pelanggaran hak anak. Dari jumlah ini, 58 persen dikategorikan sebagai Kejahatan Seksual.
Surabaya (ANTARA News)- Kejahatan Seksual bukan hanya soal kejahatan. Kejahatan Seksual terdiri dari dua kata yakni kejahatan dan seksual, namun titik tekan orang selama ini hanya pada kejahatan.
Karena itu, kejahatan seksual yang sudah tergolong "darurat" ini masih hanya dipahami secara sepihak dengan mencari pelaku, korban, standar hukuman, dan perlu tidaknya diperberat.
Akar masalah dalam kejahatan seksual ini ada pada kata "seksual". Artinya, bagaimana cara meminimalkan berbagai tindak kejahatan seksual ini?
"Adanya kasus kejahatan serta asusila pada anak, sebagian besar dipengaruhi dari menonton video porno," kata MenSos Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan kerja ke Kediri, beberapa waktu lalu.
Konten pornografi yang disebut MenSos itulah yang memicu tindakan asusila maupun kejahatan seksual. Hal itu sudah diamatinya sejak menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan pada zaman Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
"Hubungan antara konten pornografi serta kejahatan itu didasari oleh fakta bahwa anak-anak saat ini sudah tidak asing dengan berbagai produk komputer (internet)," tuturnya.
Kecanggihan teknologi bisa lebih mudah bagi anak-anak untuk bisa mengakses berbagai konten, termasuk lewat telepon seluler (gadget ).
"Saya tidak lakukan analisa, tapi saya punya data. Dari data yang saya dapat tahun 2000, ketika anak-anak mengakses konten video porno, maka 60-70 persen itu potensial addict (kecanduan)," ucapnya.
Dampaknya juga bisa lebih jauh, ketika anak-anak sudah kecanduan menonton konten pornografi, maka akan menganggap hal yang semula tabu menjadi biasa. Bahkan, yang lebih parah, 39-49 persen potensi untuk ikut menirukan.
Dalam konteks inilah, MenSos menilai peran keluarga sangat penting untuk lebih mengawasi atau melakukan pendampingan anak-anaknya.
"Dengan menjadi sahabat, anak-anak pun akan merasa lebih nyaman berada di lingkungan keluarga, dan justru bukan lebih nyaman berada di lingkungan teman," imbuhnya.
Peran lain keluarga yang juga vital adalah menanamkan pendidikan agama sejak dini. "Dengan pendidikan agama, anak pun diharapkan mempunyai akhlak yang lebih baik," ujarnya.
Satu lagi yang tak kalah pentingnya adalah pendidikan reproduksi. Selama ini, sekolah hanya mengajarkan soal seksual secara biologis, misalnya bentuk dan organ reproduksi. Namun, pemahaman anak terkait bagian yang tidak boleh disentuh maupun yang boleh disentuh justru tidak diajarkan. Karena itu, orang tua juga dapat memainkan peran yang belum dilakukan sekolah itu.
Maka dari itu, demi masa depan anak-anak penerus bangsa kita sebagai keluarga berkewajiban untuk menjaga mereka dari buruknya kejahatan seksual. Marilah kita lakukan apa yang ibu MenSos sebutkan di atas, mulai dari menjadi sahabat anak kita, hingga memberikan pendidikan agama dan reproduksi. Sesuai hadits dipermulaan tulisan ini, mengatakan bahwa orang tua atau keluargalah yang paling berperan dalam pembentukan karakter anak. Seorang anak berkarakter seperti apapun, sangat tergantung pada kedua orang tuanya.
Demikianlah tulisan tentang Peran Keluarga Terhadap Kejahatan Seksual Pada Anak ini, semoga dapat memberikan banyak manfaat terkhusus pada para orangtua dan keluarga. Wallaahua'lam
Minggu, 20 November 2016
Dedikasi Untuk Negeri Melalui Bakti Sosial
GenBI Komisariat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Dedikasi Untuk Negeri Melalui Bakti Sosial
Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan acara Bakti Sosial di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Muhammadiyah Prambanan, Ahad (19/11). Acara yang mengusung tema Dedikasi Untuk Negeri ini diikuti sekitar 30 anak panti baik yang yatim piatu maupun dhuafa. Umur mereka sekitar 5-11 tahun (anak Sekolah Dasar), panitianya sendiri berjumlah 20 orang yang merupakan mahasiswa UIN SuKa penerima beasiswa Bank Indonesia.
GenBI merupakan komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia. Adapun Bakti Sosial ini merupakan salah satu rangkaian program dari pengurus GenBI Komisariat UIN. "Tujuan dari acara ini selain sebagai tugas program kerja, adalah sebagai upaya peningkatan kepekaan sosial kami demi menjadi pemimpin bangsa masa depan," tutur Dody Wijaya, Ketua GenBI UIN SuKa, dalam sambutannya.
Anak-anak panti diajak bermain bersama sekaligus belajar sejarah tentang awal mula adanya uang, oleh Isfihany GenBI UIN SuKa. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari anak-anak, uang kok berubah ubah gambarnya dan banyak macamnya, kok ada gambar orangnya itu siapa, kok dibuatnya dari logam dan kertas. Pertanyaan anak-anak memang luarbiasa, menjawabnya pun mesti luarbiasa pula menggunakan bahasa anak-anak agar mudah dipahami.
Panitia pun telah menyiapkan banyak hadiah bagi anak-anak yang aktif. Hampir semua anak-anak aktif, baik itu bertanya dan lainnya sehingga semuanya mendapatkan hadiah.
Kegembiraan terpancar dari setiap anak-anak karena bisa bermain bersama, dapat ilmu baru dan tentunya hadiah yang berlimpah.
Tak hanya sampai disana, anak-anak juga diberi pemahaman akan pentingnya olahraga. Hal ini disampaikan melalui senam penguin bersama, yang dipimpin oleh Edi, dari divisi kesehatan GenBI UIN.
Seluruh anak-anak terlihat antusias dan bersemangat mengikuti berbagai rangkaian acara, mulai dari belajar tentang sejarah uang hingga senam penguin bersama.
Makan bersama pun menjadi moment paling indah dalam kebersamaan hari ini, dimana diawali dengan do'a bersama penuh kekhusyuan.
Dipenghujung acara semuanya bersalamsalaman tanda acara mesti berakhir, dan saling memaafkan akan kesalahan yang telah diperbuat.
"Terimakasih banyak atas bantuan yang telah diberikan kakak kakak GenBI UIN SuKa, mudah-mudahan banyak manfaatnya, kami do'akan mas dan mbak semua dilancarkan segala urusannya terutama dalam menuntut ilmunya," pungkas Anjani, perwakilan Panti.
Tidak hanya bantuan sembako yang diberikan, akan tetapi hal yang lebih berarti dari itu adalah ilmu dan kebahagiaan.
Dedikasi Untuk Negeri Melalui Bakti Sosial
Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan acara Bakti Sosial di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Muhammadiyah Prambanan, Ahad (19/11). Acara yang mengusung tema Dedikasi Untuk Negeri ini diikuti sekitar 30 anak panti baik yang yatim piatu maupun dhuafa. Umur mereka sekitar 5-11 tahun (anak Sekolah Dasar), panitianya sendiri berjumlah 20 orang yang merupakan mahasiswa UIN SuKa penerima beasiswa Bank Indonesia.
GenBI merupakan komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia. Adapun Bakti Sosial ini merupakan salah satu rangkaian program dari pengurus GenBI Komisariat UIN. "Tujuan dari acara ini selain sebagai tugas program kerja, adalah sebagai upaya peningkatan kepekaan sosial kami demi menjadi pemimpin bangsa masa depan," tutur Dody Wijaya, Ketua GenBI UIN SuKa, dalam sambutannya.
Anak-anak panti diajak bermain bersama sekaligus belajar sejarah tentang awal mula adanya uang, oleh Isfihany GenBI UIN SuKa. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari anak-anak, uang kok berubah ubah gambarnya dan banyak macamnya, kok ada gambar orangnya itu siapa, kok dibuatnya dari logam dan kertas. Pertanyaan anak-anak memang luarbiasa, menjawabnya pun mesti luarbiasa pula menggunakan bahasa anak-anak agar mudah dipahami.
Panitia pun telah menyiapkan banyak hadiah bagi anak-anak yang aktif. Hampir semua anak-anak aktif, baik itu bertanya dan lainnya sehingga semuanya mendapatkan hadiah.
Kegembiraan terpancar dari setiap anak-anak karena bisa bermain bersama, dapat ilmu baru dan tentunya hadiah yang berlimpah.
Tak hanya sampai disana, anak-anak juga diberi pemahaman akan pentingnya olahraga. Hal ini disampaikan melalui senam penguin bersama, yang dipimpin oleh Edi, dari divisi kesehatan GenBI UIN.
Seluruh anak-anak terlihat antusias dan bersemangat mengikuti berbagai rangkaian acara, mulai dari belajar tentang sejarah uang hingga senam penguin bersama.
Makan bersama pun menjadi moment paling indah dalam kebersamaan hari ini, dimana diawali dengan do'a bersama penuh kekhusyuan.
Dipenghujung acara semuanya bersalamsalaman tanda acara mesti berakhir, dan saling memaafkan akan kesalahan yang telah diperbuat.
"Terimakasih banyak atas bantuan yang telah diberikan kakak kakak GenBI UIN SuKa, mudah-mudahan banyak manfaatnya, kami do'akan mas dan mbak semua dilancarkan segala urusannya terutama dalam menuntut ilmunya," pungkas Anjani, perwakilan Panti.
Tidak hanya bantuan sembako yang diberikan, akan tetapi hal yang lebih berarti dari itu adalah ilmu dan kebahagiaan.
Kamis, 03 November 2016
Pertemuan Pertama GenBI Komisariat UIN SuKa Yogyakarta 2016
Kita bak keluarga yang baru dipertemukan oleh nasib dan keberuntungan yang sama. Sama sama mahasiswa UIN sama-sama dapat beasiswa BI, dan kita bersatu dalam keluarga Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN SuKa Yogyakarta. Meskipun kita berasal dari latar belakang yang berbeda, mulai dari asal daerah hingga jurusan. Namun itu semua tidak menyebabkan kerenggangan diantara kita, malah menjadi semakin unik dan menariknya keluarga ini.
Pertemuan pertama khusus pun di gelar Senin (31/10) dengan agenda penyampaian seputar divisi yang ada di GenBI ini. Setidaknya ada empat divisi, meliputi pendidikan, sosial ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Setiap anggota dikenalkan dengan program atau hal apa saja yang ada di divisi tersebut, dan nantinya masing-masing dapat menentukan pilihan mau masuk ke divisi yang mana. Pemilihan divisi dilaksanakan nanti berbarengan dengan pemilihan ketua Komisariat GenBI UIN SuKa baru.
Setelah pengenalan ke empat divisi diatas, pada pertemuan kemaren dibahas pula terkait rencana program kerja yang akan dilaksanakan dekat-dekat ini yaitu bakti sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah Prambanan. Konsep acaranya meliputi empat divisi yang ada, keempat faktor yang mewakil tiap divisi ada dalam rangkaian acara. Divisi pendidikan dengan acara pemberian pemahaman terkait KeBankSentralan, Divisi Kesehatan dengan sosialisasi Kesehatan Gigi dan Mulut, Divisi Sosial Ekonomi dengan pemberdayaan sumber daya manusia dengan pelatihan soft skill, dan Divisi Lingkungan dengan sosialisasi lingkungan bersih. Acara tersebut direncanakan dapat terealisasi pada hari Ahad (20/11) bulan ini.
Pada pertemuan ini juga disepakati terkait pertemuan rutin setiap dua minggu sekali di hari senin. Agar terjalin komunikasi yang baik sehingga satu sama lain dapat bersinergi dengan baik pula. Untuk pertemuan selanjutnya harapannya yang datang bisa lebih banyak lagi, target pertemuan selanjutnya mesti mencapai 40orang.
GenBI Komisariat UIN SuKa terkenal sangat kompak dibanding komisariat yang lain, maka dari itu disini kita berusaha untuk selalu menjaga dan berusaha menjadi lebih baik lagi. Usaha yang dilakukan bersama sama sangat bernilai sekali, dan untuk hasilnya tak akan pernah membohongi usaha kita ataupun sebaliknya.
Semua yang dilakukan oleh GenBI selalu sesuai dengan time line nya, yaitu "Energi Untuk Negeri"
Senin, 31 Oktober 2016
Kebersamaan Crew SBTC 5
Kita dipertemukan dalam sebuah kepanitiaan Sharia Banking Training Center 5. Meskipun awalnya kita udah saling kenal, dengan dilalah acara inilah tidak dipungkiri kita semakin akrab.
Bermodalkan kepedulian akan organisasi dimana pertama kali kita bertemu dan waktu luang yang menjadi nikmat tak terhingga, memudahkan satu sama lain untuk berinteraksi demi kelancaran acara.
Dua hari yang sangat berarti selain mengemban tanggungjawab sebagai panitia, juga menjadi ajang mengenal lebih dalam satu sama lain. Satu orang saling mengkonfirmasi akan jati dirinya menurut versi masing2, tidak sedikit terjadi kesalahpahaman. Hal itupun segera dibenarkan oleh pihak bersangkutan, akan tetapi pihak yang lain masih meragukannya. Dari sanalah timbul keseruan antara masing2 pihak, saling berargumen yang sering membuahkan tawa.
Santai tapi serius, itulah suasana yang tercipta ketika berlangsung nya acara. Kondisi tersebut sangat nyaman bagi kami, sehingga tidak dipungkiri acaranya berjalan dengan lancar dan sukses.
Hasil yang didapat dari acara tersebut pun lumayan besar. Untuk hasilnya sendiri sebagian besar di dialokasikan untuk operasional organisasi Forum Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (ForSEBI), sebagian lainnya untuk kas divisi Social Entrepreneur (SE) dan sebagian kecilnya untuk syukuran kepanitiaan/crew SBTC 5.
Syukuran pun dilaksanakan Minggu (30/10) sore di Bale Bebakaran Nologaten, sambil merumuskan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan SE. Semuanya merasa senang dan gembira, karena acara yang telah dilaksanakan selama ini selalu lancar dan sukses. Alhamdulillaah..
Terimakasih banyak semuanya,.
Langganan:
Postingan (Atom)




















