Sebagai alumnus Pesantren Persatuan Islam, kami memiliki
suatu kepedulian terhadap masa depan adik-adik kami khususnya perihal
perkuliahan. Oleh karena itulah, kami khususnya Mahasiswa PERSIS Yogyakarta
datang ke berbagai Pesantren PERSIS selain untuk bersilaturahmi, juga bermaksud
untuk memberikan berbagai info yang kami miliki dari mulai cara hidup d Yogya,
cara masuk ke Perguruan Tinggi, aneka Beasiswa yang tersedia, serta adanya
L-KMPI yang sedia selalu membantu. Kegelisahan dan kebingungan yang kami alami
dahulu ketika kelas 3 Mu’alimin tentang mau apa setelah lulus, setidaknya
dengan hadirnya kami dapat sedikit banyaknya mencerahkan dan mengikis unek-unek
tersebut.
Roadshow L-KMPI (Lesehan Komunitas Mahasiswa Persatuan
Islam) Yogyakarta di tahun 2015 ini terselenggara di beberapa kota secara
serempak dari tanggal 19 – 26 Januari, diantara kota-kota yang kami kunjungi
adalah Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar. Khusus untuk daerah
Tasikmalaya dan Ciamis, kami sampaikan ceritanya, happy reading.. :D
Kala itu menginjak hari Senin (19/1) setelah tiba di rumah
di daerah Cikoneng dalam kondisi hujan lebat dordar gelap, sekejap terpikir
oleh pemuda bernama Milzam yang berstatus sebagai Mahasiswa PERSIS Yogyakarta
selaku ketua Roadshow L-KMPI 2015 tentang langkah awal kegiatan yang
dipimpinnya khususnya di daerah Tasikmalaya dan Ciamis. Setelah cukup dirasa
istirahat dari perjalanan jauh, ia teringat perihal Pesantren PERSIS mana saja
yang akan dikunjungi serta sudah bereskah tentang koordinasi masalah perijinan.
Ditanyakanlah kepada akhina Irfan Hidayat selaku Penanggung Jawab (PJ) daerah
Tasikmalaya Ciamis. Kejutan atas jawaban menghampiri kala itu, ternyata ada
beberapa Pesantren yang belum konfirmasi salah satunya PP1 91 Bantargedang.
Setelah mendengarnya terbesit pikiran untuk disudahkan saja kunjungan kesana
ditiadakan. Tapi secuil hati ini berbicara agar tak mudah menyerah, bermodalkan
bertanya kesana kemari akhirnya didapatlah no kontak Mudir Mu’alliminnya yaitu
Ust. Yudi. Meskipun via sms dalam kondisi bisa dikatakan mendadak banget buat
acara esok hari, Alhamdulillah izin dari sang Mudirpun didapat.
Hari pertama Roadshow pun dimulai, destinasi pertama ke PPI
91 Bantargedang pada hari Selasa (20/01) tepat pukul 13.00 WIB. Personil yang
bisa ikut hari itu ada 4 orang, Milzam, Desy, Teh Risma, sama Agung, selebihnya
tidak bisa hadir karena berbagai macam alasan, ada yang lagi KRSan seperti Teh
Kikip, ada yang lagi sakit seperti Imam Atqiya, dlsb. Kami berangkat bareng
dari rumah Desy ke tempat tujuan memakai mobil.
Sambutan hangat kami rasakan dari pihak Pesantren saat kedatangan kami,
berbincang-bincang dengan Mudir serta staf pengajar mengenai Yogyakarta dilalui
dengan hangatnya sebelum penyampaian kepada adik-adik kelas 3 Mu’allimin.
Tidak banyak memang santri kelas 3 Mu’allimin disana, tapi semangat untuk
melanjutkan mencari ilmu dalam perkuliahan terpancar dari tiap pribadi.
Terutama dikala mendengar penyampaian tentang banyak beasiswa yang bisa
diperoleh, mengalir deras pertanyaan akan ke tertarikannya mereka. Canda tawa
tak lupa hadir dalam moment tersebut menambah keakraban serta keintiman dalam
acara itu. Kurang lebih satu setengah jam berlangsung, dari kondisi ramai
diluar sampai tiba-tiba sepi. Itulah keberlangsungan hari pertama Roadshow di
Tasikmalaya. Next destination for PPI 182 Rajapolah (SMA Plus) dan PPI 80
Sindangkasih (Al-Amin),.
Hari kedua siap menyongsong, segala persiapan telah dirasa
cukup waktunya melanjutkan kunjungan. Roadshow pertama dihari kedua ini ke PPI
182 Rajapolah (SMA Plus), setelah mengadakan perjanjian sebelumnya jam 10.00
WIB dimulainya acara, kami sudah berada di lokasi jam 09.30 WIB. Personil yang
bisa hadir waktu itu ada Milzam, Aam, Teh Kikip, Teh Risma, sama satu orang
Mahasiswi Yogya yang merupakan alumni darisana (Isana). Ternyata acara bisa
dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan alasan yang tidak bisa di ungkapkan, hal
itu menjadi kebingungan kami sesaat disana terkait jadwal kunjungan kami yang
kedua ke Al-amin yang di jadwalkan jam 14.00 WIB akhirnya di batalkan dan di
alih harikan. Sempat terbesit rasa kekesalan di hati ini, namun apa boleh
dikata mungkin ini sebuah keputusan yang mesti di ambil.
Jam 13.00 pun acara di mulai, di kelas III IPS tepatnya dengan 40 orang santri
yang hadir. Perkenalan menjadi langkah awal saat itu, masing-masing dari kami
memperkenalkan diri darimana asal dan sekarang kuliah dimana semester berapa,
dlsb. Suasana terbilang biasa-biasa tak terlalu sepi dan tak terlalu ramai
dalam satu jam pertama penyampaian kami. Hingga tibalah sesi tanya jawab, kami
kira akan biasa-biasa aja tahap ini. Ternyata eh ternyata murudul pertanyaan
dari sana sini, ada yang bertanya masalah rumah tahfidz bagaimana cara
masuknya, pergaulan di Yogya, macam organisasi mahasiswa, beasiswa masuk
Perguruan Tinggi, hingga masalah ragamnya pemikiran.
Tak terasa kami disana menghabiskan waktu 2,5 jam, itu pun masih belum cukup
masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Dikarenakan waktu yang disediakan
telah berlebih, maka dilanjut via no kontak or Fb.
Hari ketiga menjelang, Kamis (22/01) saatnya Roadshow
kembali. Rencana hari ini kami berkunjung ke PPI 109 Kujang pada pukul 10.00
WIB dan PPI 07 Cempakawarna pada pukul 14.00 WIB.
Pukul 09.30 WIB kami ber5 Milzam, Desy, Aam, Teh Risma, dan Teh Kikip telah
siap sedia dilokasi tepatnya di PPI yang Berstandar Dunia Akhirat yaitu PPI 109
Kujang. Sambutan hangat kami rasakan kembali dari pihak Asatidz akan kehadiran
kami disana. Tanpa menunggu waktu lama, kami menuju tempat acara di Lab
Pesantren. Adik-adik kelas 3 Mu’allimien telah memenuhi lokasi, dan tidak hanya
santri Pesantren Kujang yang hadir, ada juga para santri PPI 01 & 02
Pajagalan disana. Para santri dari Bandung itu kebetulan sedang PLKJ disana,
dan mereka menyempatkan untuk ikut dalam acara tersebut. Satu kayuh dua pulau
terlampaui,. Hha
Tidak kalah serunya Roadshow di Pesantren ini, malah makin rame dengan canda
tawa yang membahana mengiringi penyampaian kami. Maklumlah sebagian dari kami
berlima ada tiga orang yang merupakan alumni dari tempat ini. Terpancar
kegembiraan dari raut muka mereka akan kehadiran kami, setidaknya menunjukkan
akan adanya titik cerah untuk melanjutkan studi mereka.
Dirasa cukup kami bercakap-cakap di Kujang, saatnya pergi ke destinasi
selanjutnya yaitu PPI 07 Cempakawarna.
Sesampainya di lokasi dalam keadaan cuaca mendung pertanda akan turunnya hujan,
kami disambut hangat oleh pihak Asatidz serta Mudir Mu’allimin (Ust Asep) di
sana. Setelah bercakap-cakap dengan para Asatidz, kami langsung menuju ruang
kelas dimana adik-adik kelas 3 Mu’alimin telah menunggu. Diserahkanlah acara
tersebut sepenuhnya kepada kami, dimana sebelumnya Ust Asep menyampaikan
terlebih dahulu sepatah duapatah atas kedatangan kami kepada adik-adik. Hujan
pun akhirnya turun di kala penyampaian kami dimulai, kurang lebih 45 menit kami
menyampaikan dari mulai
survive di Yogya sampai berbagai beasiswa yang
bisa diperoleh. Timbul beberapa pertanyaan, khususnya mengenai jurusan favorit
di setiap kampus, serta bagaimana cara untuk masuk kesana, tak luput pula
tentang beasiswa serta rumah tahfidz dipertanyakan. Antusiasme yang sangat
tinggi ditunjukkan oleh mereka untuk kuliah, itu merupakan sebuah sinyal
kebaikan yang timbul dari jiwa mereka. Mudah-mudahan saja apa yang mereka
inginkan dalam perkuliahan dapat tercapai, Aamiin,.

Destinasi terakhir yang kami datangi adalah PPI 80
Sindangkasih (Al-Amin). Dimana sebelumnya sedikit mengalami masalah, hingga
mesti di undur harikan yang awalnya hari Rabu menjadi hari Senin (26/01). Pukul
14.30 WIB (Ba’da Dirasah) jadwal yang telah kami terima, namun ada permintaan
mendadak menjadi pukul 14.00 WIB dari pihak Al-Amin. Setelah setuju akan hal
itu, kami bergegas kesana dengan 3 orang Personil, Milzam, Desy, dan Aam. Kami
pun sampai di tempat diwaktu yang tepat,
ruang kelas menjadi tempat acara berlangsung. Ternyata tidak hanya kelas 3
Mu’allimin yang hadir disana, kelas 2 Mu’alimin pun tertarik untuk ikut pada
acara waktu itu.
Meskipun kami ber3 menghadapi adek-adek yang cukup banyak ini,
Alhamdulillaah kami dapat mengatasinya dengan baik. Penyampaian seperti biasa
telah tersampaikan, dilanjutkan sesi tanya jawab dimana mereka terlihat
kebingungan serta malu untuk bertanya. Namun tak sampai tanpa pertanyaan,
muncul juga beberapa pertanyaan khususnya mengenai beasiswa dan cara masuk ke
ISI (Institute Seni Indonesia). Dirasa cukup karena tak ada lagi pertanyaan,
maka diakhiri sudah acara kala itu.
Tak terduga, ternyata setelah ditutupnya acara, dalam kondisi nyantai ketika
sedang beres-beres dan hendak keluar ruangan timbul pertanyaan-pertanyaan dari
mereka yang masih ada di ruangan. Sampai adzan ashar berkumandang pun belum
berhenti pertanyaan dari mereka, dan adzan mengakhiri perjumpaan kala itu.
Alhamdulillaahhirabbil’alamiin, rangkaian Roadshow L-KMPI di
Tasikmalaya Ciamis di tahun 2015 telah terlaksana dengan baik, kekurangan kami
sadari masih terdapat dalam pelaksanaan kali ini, mudah-mudahan di tahun depan
dapat berlangsung lebih baik. Aamiin,.
Dan sekarang tinggal menunggu siapa aja yang mau datang ke
Yogya, khususnya dari hasil Roadshow Kami ke berbagai Pesantren.
Adek-adek kami tunggu kehadirannya di Kota Pelajar, Kota
Budaya, Kota Pariwisata,..
Jangan lupa ngotek-ngontek dulu,. ;)
:D